Written by Listia Rahmandaru Guntur, on Thursday, 08 July 2010
Average user rating
(0 vote)
Views
132
Dalam rangkaian kegiatan Expand the Sound of Angklung 2010 (ESA 2010) di Slovenia, Austria dan Spanyol, KPA 3 berhasil meraih prestasi yang membanggakan, yaitu dengan meraih predikat winner of the special award of the Summa Cum Laude Festival di Vienna, Austria. Dengan kemenangan ini, KPA 3 dapat tampil dalam acara Gala Winners Concert di Golden Hall Musikverein Wina (6/7).
Tim yang terdiri dari 37 orang terpilih ini berpartisipasi dalam Festival di Wina dari tanggal 4-6 Juli 2010. KBRI mencatat bahwa penampilan KPA 3 dalam Festival ini telah membuat catatan sejarah kelompok musik tradisional Indonesia yang pertama kali tampil di Golden Hall Musikverein Wina. Musikverein Wina merupakan satu di antara concert hall yang terbaik di dunia. Dalam acara itu, KPA 3 membawakan lagu Symphony No. 1 (flat major, 3rd Movement Scherzo (molto vivace) Op. 38 karya Schuman yang memukau kurang lebih 2000 hadirin. Gala Winners Concert adalah rangkaian “Summa Cum Laude International Youth Music Festival“ sebuah ajang kompetisi internasional tahunan bergengsi bagi musisi-musisi muda beraliran klasik dari berbagai belahan dunia. Berkat penampilan ini, konon mengubah pandangan panitia dan penonton acara tersebut mengenai musik angklung yang dibawakan KPA 3.
Dengan kostum yang menunjukkan keragaman budaya Indonesia, KPA 3 tampil di antara sebelas peserta yang mendapatkan kesempatan berharga ini. Tercatat 23 kelompok musik yang berpartisipasi dalam festival tahun ini di antaranya adalah kelompok musik asal China, Philipina, Irak, Australia, Ukraina, Laos, Jerman, Polandia, Belanda dan Swiss.
Setelah tampil di Slovenia dan Austria, mereka akan melanjukan perjalanan menuju Spanyol untuk mengikuti Festival Musik Rakyat di Spanyol. Mudah-mudahan lewat prestasi ini, dapat memotivasi kita semua untuk terus melestarikan angklung sebagai alat musik tradisional Indonesia yang membanggakan. Bravo KPA 3! Bravo Angklung! Bravo Indonesia !! (sumber: KBRI Wina)
Written by Listia Rahmandaru Guntur, on Monday, 22 March 2010
Average user rating
(0 vote)
Views
527
Liputan salah satu televisi swasta pada malam KOA VIII
Lokasi konser yang berjauhan dengan “kandang”nya tidak membuat Konser Orkestrasi Angklung VIII yang diselenggaran KPA 3 sepi penonton. Konser yang bertajuk “Tapestry of Beauty : Presenting Maestros from All Around the World” yang diselenggarakan pada tanggal 20 Maret 2010 di Aula Simfonia Jakarta ini dihadiri sekitar 1000 penonton dari berbagai kalangan. Pada sesi pertama, konser ini menampilkan karya-karya komposer legendaris dunia seperti Beethoven, John Williams, Strauss, Dvorak, Bach, dan lain-lain yang dipimpin oleh salah satu conductor senior terbaik KPA 3, dr. Djiwa Margono. Tak lupa tentunya menampilkan karya maestro kebanggaan negeri sendiri seperti Guruh Soekarno Putra dan Eros Djarot. Konser ini dibuka dengan lagu Palladio kemudian Symphony no.5 yang dilanjutkan lagu-lagu klasik lainnya yang tentunya tak asing baik bagi penikmat musik klasik maupun orang pada umumnya.
Konser yang konsepnya dirancang oleh Arman Reyes Furqon ini semakin lengkap karena di sesi dua menampilkan tenoris dan sopranis terbaik Indonesia, yakni Christopher Abimanyu dan Aning Katamsi. Dua vokalis ini menampilkan duet mautnya pada lagu Li Biamo Ne Lieti Calici, kemudian masing-masing juga membawakan lagu-lagu gubahan Guruh Soekarno Putra sebagai penutup. Pada sesi kedua ini dimpimpin oleh conductor Miryam Wedyaswari.
Selain itu, konser ini tak luput dari perhatian beberapa media elektronik maupun cetak ibu kota dan Bandung, serta beberapa stasiun televisi swasta Indonesia. Dengan packaging konser kemarin yang merupakan hal baru baik bagi KPA 3 maupun dunia perangklungan pada umumnya, KOA VIII mendapatkan apresiasi sangat baik dari berbagai pihak. Mudah-mudahan hal ini dapat terus memicu perkembangan angklung pada umumnya, juga KPA 3 khususnya.
Suatu kebanggan bagi KPA 3 dapat melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia, khususnya angklung, salah satunya dengan cara menunjukkan bahwa instrumen ini berpotensi untuk menampilkan berbagai jenis aliran musik di antaranya klasik. Tanpa menghilangkan karakteristik angklung yaitu Mudah, Murah, Menarik, Mendidik, dan Massal, KPA 3 berhasil membawakan lagu-lagu klasik dengan baik.