Rumah arrow Artikel

Masuk

Siapa yang Online

Saat ini ada 27 tamu-tamu online

Jumlah Anggota

287 registered
0 today
0 yesterday
0 this week
4 this month
Last: aa123456  offline

Sponsored by:
Indismart - Konten Pembelajaran Online Interaktif Untuk Pelajar


Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Artikel
Modifikasi pada Tunner untuk Menyetem Angklung
Written by Anugrah Sabdono S., on Thursday, 03 April 2008
Average user rating    (0 vote)
Views 2879    

Menyetem atau menala angklung adalah suatu hal yang dapat dibilang gampang-gampang susah. Pada proses penyeteman sebuah tunner merupakan salah satu alat yang penting. terutama bagi orang yang memiliki telinga kurang peka.Tunner yang ada di pasaran bekerja dengan cara menangkap tekanan suara dari angklung saat dibunyikan.

Saat ini sedang dicoba dilakukan modifikasi pada tunner sehingga yang ditangkap bukanlah suara dari angklung tetapi getaran dari angklung. Caranya adalah dengan menggunakan sensor yang terbuat dari piezoelektrik. Sensor ini adalah sensor getaran yang nantinya akan ditempelkan pada tabung angklung. Sensor ini mengeluarkan output berupa arus dan kemudian arus inilah yang akan diolah agar kita dapat mengetahui frekuensi dari getaran tersebut. Saat ini sedang dicoba apakah sistem tersebut dapat diaplikasikan. Sistem yang sedang dicoba saat ini adalah dengan sensor yang dijelaskan tadi dan dengan komputer yang didalamnya sudah diinstal software untuk mengenali frekuensi. Apabila berhasil sensor ini tidak hanya dapat dipake untuk meyetem angklung tetapi juga untuk menyetem alat musik membran seperti timpani atau bass drum.


Published in : KPA3, Articles
User comments Favoured Print Send to friend Related articles
 
Karakter Suara Angklung
Written by Administrator, on Sunday, 26 August 2007
Average user rating    (0 vote)
Views 4998    

Angklung
Angklung
Berikut ini adalah penggambaran singkat dari karakter alat musik angklung, baik karakter sebagai instrumen maupun sifat-sifat yang muncul ketika angklung digunakan dalam membawakan lagu.

Bentuk Alat
Angklung yang dibahas disini adalah angklung dengan skala diatonis yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna atau disebut juga angklung Padaeng. Secara struktur alat angklung terbuat dari tabung bambu. Prinsip suara yang dihasilkan adalah suara tabung bambu yang dipukul, dan dalam alat musik angklung tabung bambu tersebut "dipukul" dengan cara menggetarkan angklung.

Bunyi angklung tetap bunyi bambu yang dipukul hanya ketika angklung digetarkan dengan frekuensi yang lebih rapat atau kerap maka 'kesan' pukul menjadi tersamarkan.

Jika dianalogikan dengan bass pukul bambu dimana ukuran bambu yang digunakan cukup besar (berdiameter dan tinggi yang besar dibandingkan angklung) maka ketika bass pukul dibunyikan (dipukul) maka kesan pukul sudah nyaris hilang dan yang terdengar menyerupai seolah tabung bambu yang ditiup seperti wind instrument.
Published in : KPA3, Articles
User comments Favoured Print Send to friend Related articles Read more...
 
Karakter Suara Angklung Sebagai Salah Satu Instrumen Musik
Written by Administrator, on Sunday, 26 August 2007
Average user rating    (0 vote)
Views 5038    

Berikut ini adalah penggambaran singkat dari karakter alat musik angklung, baik karakter sebagai instrumen maupun sifat-sifat yang muncul ketika angklung digunakan dalam membawakan lagu.

Bentuk Alat
Angklung yang dibahas disini adalah angklung dengan skala diatonis yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna atau disebut juga angklung Padaeng. Secara struktur alat angklung terbuat dari tabung bambu. Prinsip suara yang dihasilkan adalah suara tabung bambu yang dipukul, dan dalam alat musik angklung tabung bambu tersebut "dipukul" dengan cara menggetarkan angklung.

Bunyi angklung tetap bunyi bambu yang dipukul hanya ketika angklung digetarkan dengan frekuensi yang lebih rapat atau kerap maka 'kesan' pukul menjadi tersamarkan.

Jika dianalogikan dengan bass pukul bambu dimana ukuran bambu yang digunakan cukup besar (berdiameter dan tinggi yang besar dibandingkan angklung) maka ketika bass pukul dibunyikan (dipukul) maka kesan pukul sudah nyaris hilang dan yang terdengar menyerupai seolah tabung bambu yang ditiup seperti wind instrument.
Published in : KPA3, Articles
User comments Favoured Print Send to friend Related articles Read more...
 
Latihan Angklung, Menyenangkan?
Written by Hari Kusharwanto, Ir., on Sunday, 26 August 2007
Average user rating    (0 vote)
Views 3347    

Dalam proses pembentukan suatu lagu yang akan dimainkan oleh sebuah paduan angklung, maka proses latihan (sampai saat ini) masih dianggap sebagai suatu proses yang cukup menentukan bagi keberhasilan paduan tersebut dalam membawakan lagu.

Lebih jauh latihan yang berkesinambungan (rutin) dan terprogram akan membentuk suatu paduan/ team angklung ke tingkat ketrampilan yang lebih 'tinggi' atau beberapa orang menyebut sebagai tingkat 'mutakhir', karena pada tingkat ini kemampuan pemain sudah sangat baik antara lain memiliki ketrampilan membaca not dalam partitur sehingga latihan akan berlangsung singkat dan pembawaan lagu lebih ekspresif.
Published in : KPA3, Articles
User comments Favoured Print Send to friend Related articles Read more...
 
Angklung Orchestra?
Written by Administrator, on Sunday, 26 August 2007
Average user rating    (0 vote)
Views 3089    

Today, Angklung Padaeng had reached many achievements. Another big invention that can count as a major achievement is the angklung orchestral performance.

Nowadays, Angklung Padaeng can be performing with orchestral approach. Angklung can play songs along with any other standard instruments such as piano, guitar, drum, percussion, and so on. This approach lead angklung to its new standard performance. Angklung can play almost every kind of song, from the classical such as Strauss's Blue Danube to contemporary composition such as Yanni's Santorini. Angklung can be used to accompany singer or even choir. At the end, these achievements give angklung a whole new place as one of traditional instrument who can 'go global' in the music world. Today, everybody in the world can enjoy angklung, no matter what their cultural background are, because angklung had become an universal instrument.
Published in : KPA3, Articles
User comments Favoured Print Send to friend Related articles Read more...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 10 - 15 dari 15

Gulungan Thumbnail Galeri


Find us on:
Become our fan on Facebook Follow us on Twitter