Written by Administrator, on Saturday, 08 September 2007
Average user rating
(1 vote)
Views
3019
KPA3 berhasil meraih Juara I pada Festival Paduan Angklung XI Tahun 2007 Keluarga Paduan Angklung Institut Teknologi Bandung pada kategori SMU di Aula Barat ITB. Kemenangan ini disambut suka cita seluruh pemain dari KPA3 maupun alumninya. Acara ini diselenggarakan secara rutin oleh KPA ITB dan 2 tahun yang lalu KPA3 berhasil mendapatkan juara pertama.
KPA3 yang mendapat nomor urut 1 (satu), tampil penuh percaya diri, dengan memainkan 3 (tiga) lagu antara lain Magnificent Seven (lagu wajib), Rindu Lukisan (lagu wajib pilihan) dan Broken Vow (lagu bebas) berhasil memukau penonton yang hadir, bahkan sebagian besar penonton memberikan standing applause setelah KPA3 memainkan lagu yang terakhir.
Peserta lainnya yang mendapatkan penghargaan adalah grup angklung dari SMAN 5 Bandung (Corps Angklung V) sebagai juara kedua dan SMA BPI Bandung sebagai juara ketiga.
Selamat atas keberhasilan KPA3 dalam mempertahankan prestasi dalam Festival Paduan Angklung ITB tahun 2007.
Daeng Sutigna adalah penemu angklung diatonis. Tanpanya angklung hanyalah alat musik pentatonis tradisional yang hanya bisa memainkan lagu-lagu tradisional. Bapak Daeng Sutigna (Padaeng) merasa kecewa karena angklung yang merupakan bagian dari kekayaan bangsa hanya menjadi barang yang mulai dilupakan orang. Pada tahun 1938, beliau berhasil menciptakan kembali angklung yang tadinya berlaras pentatonis (da-mi-na-ti-la) menjadi diatonis (do-re-mi-fa-sol-la-si). Dengan demikian angklung tidak hanya digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional tapi juga dapat memainkan lagu-lagu modern.
Prestasi kami sekarang tak akan pernah bisa tercapai jika Daeng Soetigna tidak menemukan angklung diatonis. Dengan tangan dinginnya, angklung telah menjadi lebih terkenal dan berharga daripada sebelumnya. Beliau mempunyai harapan untuk menjadikan angklung sebagai kontribusi positif untuk perdamaian dunia. Sekarang, angklung telah menempatkan dirinya pada posisinya sebagai warisan budaya dari sejarah kehidupan manusia.
Untuk menghormati perjuangan beliau dalam menciptakan dan melestarikan angklung, maka kami, Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung (KPA3), menyelenggarakan konser bertajuk “A Tribute to Daeng Sutigna” pada tanggal 20 Januari 2007, bertempat di Taman Budaya Jawa Barat, Bandung.
Sabtu, 26 January 2006 menjadi tangal yang bersejarah bagi Keluarga Paduan Angklung 3. Di hari itu, 700 penonton dan 150 undangan memadati Wisma Cahaya Garuda Convention Hall Bandung untuk kembali menyaksikan Konser Orkestrasi Angklung yang diselenggarakan oleh KPA 3. Mengambil tema “ Welcome to Our World : Story Book Of KPA 3”, KPA 3 kembali menyajikan sebuah konser yang berbeda dengan konser-konser sebelumnya.