| Written by Listia Rahmandaru Guntur, on Monday, 22 March 2010 |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
2587  |
|
 Liputan salah satu televisi swasta pada malam KOA VIII Lokasi konser yang berjauhan dengan “kandang”nya tidak membuat Konser Orkestrasi Angklung VIII yang diselenggaran KPA 3 sepi penonton. Konser yang bertajuk “Tapestry of Beauty : Presenting Maestros from All Around the World” yang diselenggarakan pada tanggal 20 Maret 2010 di Aula Simfonia Jakarta ini dihadiri sekitar 1000 penonton dari berbagai kalangan. Pada sesi pertama, konser ini menampilkan karya-karya komposer legendaris dunia seperti Beethoven, John Williams, Strauss, Dvorak, Bach, dan lain-lain yang dipimpin oleh salah satu conductor senior terbaik KPA 3, dr. Djiwa Margono. Tak lupa tentunya menampilkan karya maestro kebanggaan negeri sendiri seperti Guruh Soekarno Putra dan Eros Djarot. Konser ini dibuka dengan lagu Palladio kemudian Symphony no.5 yang dilanjutkan lagu-lagu klasik lainnya yang tentunya tak asing baik bagi penikmat musik klasik maupun orang pada umumnya. Konser yang konsepnya dirancang oleh Arman Reyes Furqon ini semakin lengkap karena di sesi dua menampilkan tenoris dan sopranis terbaik Indonesia, yakni Christopher Abimanyu dan Aning Katamsi. Dua vokalis ini menampilkan duet mautnya pada lagu Li Biamo Ne Lieti Calici, kemudian masing-masing juga membawakan lagu-lagu gubahan Guruh Soekarno Putra sebagai penutup. Pada sesi kedua ini dimpimpin oleh conductor Miryam Wedyaswari.
Selain itu, konser ini tak luput dari perhatian beberapa media elektronik maupun cetak ibu kota dan Bandung, serta beberapa stasiun televisi swasta Indonesia. Dengan packaging konser kemarin yang merupakan hal baru baik bagi KPA 3 maupun dunia perangklungan pada umumnya, KOA VIII mendapatkan apresiasi sangat baik dari berbagai pihak. Mudah-mudahan hal ini dapat terus memicu perkembangan angklung pada umumnya, juga KPA 3 khususnya.
Suatu kebanggan bagi KPA 3 dapat melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia, khususnya angklung, salah satunya dengan cara menunjukkan bahwa instrumen ini berpotensi untuk menampilkan berbagai jenis aliran musik di antaranya klasik. Tanpa menghilangkan karakteristik angklung yaitu Mudah, Murah, Menarik, Mendidik, dan Massal, KPA 3 berhasil membawakan lagu-lagu klasik dengan baik.
Bravo ANGKLUNG! Bravo KPA 3 !!
Users' Comments (7)  |
|
|