| Written by Listia Rahmandaru Guntur, on Tuesday, 03 August 2010 |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
2408  |
|
 Tim ESA 2010 Setelah menjalankan misi kebudayaan selama kurang lebih 32 hari di negeri orang, kepulangan tim Expand the Sound of Angklung 2010 (ESA 2010) KPA 3 pada minggu malam 1 Agustus 2010 lalu, disambut hangat oleh berbagai pihak, tentunya terutama keluarga anggota tim ESA 2010, anggota KPA 3, serta segenap civitas akademika SMAN 3 Bandung. Tim ESA 2010 KPA SMAN3 Bandung telah selesai menjalankan program muhibah misi kebudayaan ke tiga negara yakni Slovenia, Austria, dan Spanyol pada 27 Juni-1 Agustus 2010. Tim ini membawa dan menampilkan pertunjukkan angklung yang dikemas secara apik, tidak hanya memainkan musik-musik tradisional Indonesia lengkap dengan kostum daerah yang sangat beragam dan menarik, melainkan juga memainkan karya-karya musik klasik milik komposer-komposer kelas dunia.
Di Slovenia, tim ESA 2010 KPA 3 mengikuti "22nd International CIOPP Folklore Festival Folkart" di kota Maribor. Pada festival kebudayaan ini tim ESA 2010 KPA 3 mempertontonkan berbagai tarian daerah Indonesia, salah satu yang paling menarik minat penonton adalah tarian Saman dari Aceh.Setelah mengikuti festival ini, perjalanan 37 orang anggota tim ESA 2010 KPA 3 berlanjut ke Austria, untuk mengikuti “Summa Cum Laude International Youth Music Festival 2010” pada 4-6 Juli 2010. Festival ini merupakan sebuah ajang kompetisi internasional tahunan yang bergengsi bagi musisi-musisi muda beraliran klasik dari berbagai belahan dunia. Di samping Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung, terdapat 23 kelompok musik yang berpartisipasi dalam festival tahun ini di antaranya adalah kelompok musik asal China, Philipina, Irak, Australia, Ukraina, Laos, Jerman, Polandia, Belanda dan Swiss.
Alunan Symphony No. 1 flat major, 3rd Movement Scherzo (molto vivace) Op. 38 karya Schuman dari orkestra angklung dibawakan dengan apik oleh tim Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung dan telah memukau kurang lebih 2000 hadirin pada Gala Winners Concert di Golden Hall Musikverein Wina, yang merupakan bagian rangkaian dari festival ini. Penampilan Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung patut dibanggakan karena untuk tampil dalam gala concert tersebut peserta harus memenangkan kompetisi yang terdiri dari berbagai kategori. KPA 3 Bandung merupakan pemenang kategori khusus (winner of the special award of the Summa Cum Laude Festival). Penampilan KPA SMAN 3 Bandung dalam Festival ini telah membuat catatan sejarah kelompok musik tradisional Indonesia yang pertama kali tampil di Golden Hall Musikverein Wina. Musikverein Wina merupakan satu di antara concert hall yang terbaik di dunia. Sebagai bagian dari perjalanan Expand the Sound Of Angklung 2010 ini, tim ESA KPA 3 juga mengadakan konser di Museum für Volkerkünde (Museum Etnologi) Wina pada 8 Juli 2010. Konser yang merupakan kerjasama antara KBRI/PTRI Wina dengan pihak Museum, ditonton sekitar 100 orang. Selama hampir dua jam penuh para anggota KPA 3 Bandung memukau penonton dengan persembahan lagu-lagu Indonesia dan lagu-lagu Barat, termasuk beberapa lagu karya ciptaan komposer Austria ternama. Para anggota KPA 3 Bandung mengenakan busana tradisional Nusantara dari berbagai daerah, sehingga secara visual menjadi pemandangan yang atraktif bagi para penonton yang terdiri atas masyarakat lokal Austria dan masyarakat Indonesia di Wina. Para penonton, khususnya para warga Austria, sangat kagum bahwa alat musik yang terbuat dari bambu dapat memainkan karya-karya musik klasik yang kompleks.
Pada sela-sela konser, pembawa acara memandu berlangsungnya suatu lelang angklung raksasa kepada penonton untuk menggalang dana bagi KPA 3 Bandung. Angklung raksasa tersebut laku dilelang dengan harga € 160. Untuk penggalangan dana, KPA 3 Bandung juga menjual busana batik dan aneka cenderamata dari Indonesia kepada para penonton di ruang tempat berlangsungnya konser yang ramai dibeli para penonton.
Setelah partisipasi dalam Summa Cum Laude International Youth Music Festival 2010 dan mengadakan konser di Wina, Austria, tim ini melanjutkan perjalanan muhibah kebudayaannya ke Spanyol. Tim ESA 2010 KPA 3 berpartisipasi dalam "International Folk Festival (Festival International de Folklore) of Ciudad Real" di Ciudad Real, dan "International Folk (Festival Folklorico International) of Extremadura" di Badajoz Spanyol. Ternyata prestasi KPA 3 ini mendapat cukup banyak perhatian baik dari media cetak dan elektronik. Beberapa minggu terakhir, banyak media yang memberitakan tentang ESA 2010 ini. Tak hanya itu, stasiun televisi SCTV dan TV One juga mengadakan liputan khusus untuk KPA 3 pada tanggal 31 Juli dan 2 Agustus lalu.
Semoga dengan prestasi ini, bisa terus memacu masyarakat khususnya generasi muda untuk mengembangkan kebudayaan tradisional Indonesia, khususnya angklung.Tak lupa KPA 3 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung terlaksananya program ini.
BRAVO KPA 3! BRAVO ANGKLUNG ! ANGKLUNG PUNYA INDONESIA!
Users' Comments (7)  |
|
|