Penentuan Parameter Waktu Dengung dari Musik Angklung dengan Pendekatan Psikoakustik
Written by anugrah sabdono s, on Monday, 30 August 2010
Average user rating
(0 vote)
Views
1790
Pendahuluan
Pada saat
ini musik angklung sudah sangat berkembang secara permainan, akan tetapi
penelitian pada musik ini masih sangat minim dilakukan. Belum ada parameter
akustik yang spesifik terhadap musik ini. Penelitian dalam bidang ini harus
banyak dilakukan untuk mendukung perkembangan musik angklung.
Musik adalah sesuatu yang bersifat subjektif. Rasa suka
manusia terhadap musik berbeda-beda tergantung selera. Oleh karena itu perlu
diketahui parameter akustik dari musik angklung yang
bersifat subjektif dengan menggunakan metode
psikoakustik.
Psikoakustik
adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari persepsi suara oleh manusia secara
subjektif. Cabang ilmu ini mencoba mengaitkan parameter yang bersifat subjektif
dengan parameter objektif dengan pendekatan metode psikologis. Dengan metode
ini persepsi yang bersifat subjektif dapat dijelaskan dengan parameter objektif
yang dapat diukur dan dihitung.
Parameter
yang akan ditentukan dalam penelitian ini adalah waktu dengung dari musik
angklung yang paling optimum dengan pendekatan psikoakustik. Dari penelitian
ini didapatlah hasil bahwa waktu dengung untuk musik angklung yang paling
optimin adalah waktu dengung selama 1 detik.
Dasar Teori
Dalam hal perancangan suatu gedung konser atau ruang musik, perlu
diperhatikan empat paremeter objektif utama yang menentukan tingkat kenyamanan
pendengaran di dalam ruangan. Keempat parameter tersebut adalah :
1.Tingkat Pendengaran Suara (Listening Level, LL)
2.Waktu Tunda Pantulan Dini, (Initial Time Delay After First Reflection, ∆t1)
3.Waktu Dengung Sebagian setelah Pantulan Dini
(Subsequent Reverberation Time, Tsub)
4.Korelasi Silang Sinyal pada Telinga (Interaural Cross Corelation, IACC).
Dari keempat
parameter diatas tiga parameter pertama adalah parameter ’temporal’ dan
parameter keempat adalah parameter ‘spatial’. Nilai optimum dari waktu tunda
setelah pantulan dini dan waktu dengung sebagian setelah pantulan dini dari
musik angklung dapat dicari dengan menggunakan fungsi otokorelasi.
Otokorelasi bekerja dengan
mengkorelasikan sebuah sinyal dengan sinyal itu sendiri. Salah satu parameter
yang dapat diketahui dari proses otokorelasi adalah “durasi efektif dari fungsi
otokorelasi” yang didefinisikan sebagai τe. Nilai τe
adalah waktu yang dibutuhkan oleh nilai logaritmis dari sebuah fungsi
autokorelasi untuk meluruh sebesar 10 dB.
Nilai τe dipengaruhi
oleh komponen frekuensi yang terkandung dalam suatu sinyal. Semakin banyak
komponen frekuensi yang terdapat dalam sinyal akan menyebabkan nilai τe
yang makin kecil. Sinyal sinusoida murni akan memberikan hasil fungsi
otokorelasi yang berupa sinusoida juga sehingga τe = ∞. Sinyal white noise yang merupakan sinyal random
yang mengandung semua frekuensi akan menghasilkan hasil fungsi otokorelasi yang
bernilai nol. Dari nilai τe dapat diturunkan nilai waktu tunda dan
waktu dengung optimum dari suatu musik, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa
setiap jenis musik memiliki waktu dengung dan waktu tunda yang spesifik.
Dengan Δt1 adalah waktu tunda pantulan
dini yang didefinisikan nilainya sama dengan nilai τe dan T sub (Waktu Dengung
Sebagian setelah Pantulan Dini) yang didefinisikannilainya mendekati 23τe
Pembuatan Rekaman
Rekaman dibuat pada Konser
Orkestrasi Angklung VII oleh Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung. Rekaman
dilakukan dengan menaruh mikrofon 50 cm diatas pemain angklung. Total digunakan
24 mikrofon. Jenis Mikrofon yang Digunakan adalah AKG C-1000.
Dipilih Lagu Juwita Malampada bagian depan karena dianggap mewakili
musik angklung secara umum. Rekaman kemudian dipotong selama 6 detik
berdasarkan frase dan diberikan variasi waktu dengung antara 0-2000 milidetik
dengan step 500 milidetik dengan perangkat lunak Adobe Audition 1.5 pada menu
full reverb. Pada setiap rekaman diberi fade-in
dan fade-out agar tidak mengagetkan.Total
terdapat 6 jenis rekaman seperti terlihat pada tabel 1.
Tabel 1 Waktu
Dengung pada Setiap Rekaman
Kode Rekaman
Waktu Dengung (milidetik)
A
0
B
500
C
1000
D
1500
E
2000
Perhitungan Nilai RT 60 Preferensi
Perhitungan
nilai waktu dengung preferensi dilakukan setelah dihitung nilai τe
dari lagu. τe didapatkan dengan menggunakan program Yoshimasa dengan
waktu integrasi 0.2 detik dan pembobotan A. Nilai te yang didapatkan adalah 35 milidetik.
Setelah itu dihitunglah nilai
waktu dengung preferensi dengan persamaan 1 dan didapatlah waktu dengung
preferensi sebesar 840 mili detik.
Pengambilan dan Pengolahan Data
Rekaman diperdengarkan pada pendengar dengan
menggunakan earphone dan pendengar diharuskan membuat rangking dari 1-5. 1
paling disukai dan 5 paling tidak disukai. Saat pendengar memilih waktu tidak
dibatasi.Alasan digunakan nilai 1 sebagai rangking paling tinggi karena
pendengar lebih mengenal rangking tersebut. Data tambahan adalah jenis kelamin
dan musik yang disukai.
Data disesuaikan untuk diolah. Untuk rangking
tertinggi diberi nilai 5 dan terendah diberi nilai 1. Analsis dilakukan dengan
ANOVA dan dengan melihat nilai rata-rata dari setiap jenis rekaman. Total
pendengar adalah 15 orang. Hasil dari ANOVA ditunjukkan oleh tabel 2
Tabel 2 Hasil ANOVA
ANOVA
Source of Variation
SS
df
MS
F
P-value
F crit
Between
Groups
59.33333
4
14.83333
11.45221
3.3E-07
2.502656
Within
Groups
90.66667
70
1.295238
Total
150
74
ANOVA adalah metode statistik untuk mengecek
apakah perbedaan nilai waktu dengung memberikan perubahan yang signifikan
terhap nilai urutan preferensi pendengar. Nilainya dianggap signifikan apabila
nilai F>Fcrit dan nilai P-value < Alfa (tingkat signifikansi). Pada
perhitungan ini digunakan tingkat signifikansi sebesar 0.05. dari hasil
perhitungan ANOVA terlihat bahwa perubahan waktu dengung memberikan hasil yang signifikan
pada preferensi pendengar.
Diketahui bahwa rekaman yang secara umum paling disukai adalah rekaman C dengan
waktu dengung 1000 milidetik. Hasil ini berbeda dengan perhitungan nilai RT 60
preferensi yaitu sebesar 840 milidetik, akan tetapi ini tidak menjadi masalah
karena data hasil perhitungan hanyalah dijadikan data pembanding.
Bentuk
grafik yang didapatkan dari eksperimen mirip dengan grafik preferensi Tsub yang
ditunjukkan pada gambar 2. Hal ini membuktikan bahwa preferensi tertinggi
dihasilkan pada nilai waktu dengung yang cocok.
Kesimpulan
Dari hasil
ekperiman didapatkan bahwa nilai waktu dengung yang secara umum paling disukai
untuk musik angklung adalah 1000 milidetik.
Referensi
Ando, Yoichi, Concert Hall Acoustis: Blending
Sound Source, Sound Field, and Listenners, Springer-Verlag, New York, 1985
Ruseffendi,
H. E. T.,”Statistika Dasar Untuk
Penelitian Pendidikan”, IKIP Bandung Press,Bandung, 1998
Sudarsono,
Anugrah Sabdono, ANALISIS FISIO-AKUSTIK
UNTUK PENENTUAN WAKTU TUNDA PANTULAN DINI OPTIMUM DARI MEDAN SUARA PADA GEDUNG
KONSER MUSIK ANGKLUNG, Tugas Akhir
ITB, Bandung, 2009
Posted by juicy couture, on 22-11-2010 12:46, IP 75.119.223.154, Guest
1. w^~)€
Excellent reading. Thanks so much, great share.Starting only selling juicy handbags and other miscellaneous items in your sports section but today is a huge player in the fashion market that sell items such as the dreamer juicy that there is a massive demand for women among the fashionistas. juicy couture has become one of the major labels that are in fashion today. I like [url=http://www.coach-
pursesoutl