Home

Language Selection

EnglishBahasa Indonesia

Login

Who's Online

We have 31 guests online

Total Members

287 registered
99 male
188 female
0 today
0 yesterday
0 this week
4 this month
Last: aa123456  offline

Sponsored by:
Indismart - Konten Pembelajaran Online Interaktif Untuk Pelajar


Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Penentuan Parameter Waktu Dengung dari Musik Angklung dengan Pendekatan Psikoakustik
Written by anugrah sabdono s, on Monday, 30 August 2010
Average user rating    (0 vote)
Views 1790    

Pendahuluan

Pada saat ini musik angklung sudah sangat berkembang secara permainan, akan tetapi penelitian pada musik ini masih sangat minim dilakukan. Belum ada parameter akustik yang spesifik terhadap musik ini. Penelitian dalam bidang ini harus banyak dilakukan untuk mendukung perkembangan musik angklung.

Musik adalah sesuatu yang bersifat subjektif. Rasa suka manusia terhadap musik berbeda-beda tergantung selera. Oleh karena itu perlu diketahui parameter akustik dari musik angklung yang bersifat subjektif dengan menggunakan metode psikoakustik.

Psikoakustik adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari persepsi suara oleh manusia secara subjektif. Cabang ilmu ini mencoba mengaitkan parameter yang bersifat subjektif dengan parameter objektif dengan pendekatan metode psikologis. Dengan metode ini persepsi yang bersifat subjektif dapat dijelaskan dengan parameter objektif yang dapat diukur dan dihitung.

Parameter yang akan ditentukan dalam penelitian ini adalah waktu dengung dari musik angklung yang paling optimum dengan pendekatan psikoakustik. Dari penelitian ini didapatlah hasil bahwa waktu dengung untuk musik angklung yang paling optimin adalah waktu dengung selama 1 detik.

 

Dasar Teori

Dalam hal perancangan suatu gedung konser atau ruang musik, perlu diperhatikan empat paremeter objektif utama yang menentukan tingkat kenyamanan pendengaran di dalam ruangan. Keempat parameter tersebut adalah :

1.    Tingkat Pendengaran Suara (Listening Level, LL)

2.    Waktu Tunda Pantulan Dini, (Initial Time Delay After First Reflection, ∆t1)

3.    Waktu Dengung Sebagian setelah Pantulan Dini (Subsequent Reverberation Time, Tsub)

4.    Korelasi Silang Sinyal pada Telinga (Interaural Cross Corelation, IACC).

 

Dari keempat parameter diatas tiga parameter pertama adalah parameter ’temporal’ dan parameter keempat adalah parameter ‘spatial’. Nilai optimum dari waktu tunda setelah pantulan dini dan waktu dengung sebagian setelah pantulan dini dari musik angklung dapat dicari dengan menggunakan fungsi otokorelasi.

Otokorelasi bekerja dengan mengkorelasikan sebuah sinyal dengan sinyal itu sendiri. Salah satu parameter yang dapat diketahui dari proses otokorelasi adalah “durasi efektif dari fungsi otokorelasi” yang didefinisikan sebagai τe. Nilai τe adalah waktu yang dibutuhkan oleh nilai logaritmis dari sebuah fungsi autokorelasi untuk meluruh sebesar 10 dB.

Nilai τe dipengaruhi oleh komponen frekuensi yang terkandung dalam suatu sinyal. Semakin banyak komponen frekuensi yang terdapat dalam sinyal akan menyebabkan nilai τe yang makin kecil. Sinyal sinusoida murni akan memberikan hasil fungsi otokorelasi yang berupa sinusoida juga sehingga τe = ∞. Sinyal white noise yang merupakan sinyal random yang mengandung semua frekuensi akan menghasilkan hasil fungsi otokorelasi yang bernilai nol. Dari nilai τe dapat diturunkan nilai waktu tunda dan waktu dengung optimum dari suatu musik, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap jenis musik memiliki waktu dengung dan waktu tunda yang spesifik.

Dengan Δt1 adalah waktu tunda pantulan dini yang didefinisikan nilainya sama dengan nilai τe dan T sub (Waktu Dengung Sebagian setelah Pantulan Dini) yang didefinisikan  nilainya mendekati 23τe

Pembuatan Rekaman

Rekaman dibuat pada Konser Orkestrasi Angklung VII oleh Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung. Rekaman dilakukan dengan menaruh mikrofon 50 cm diatas pemain angklung. Total digunakan 24 mikrofon. Jenis Mikrofon yang Digunakan adalah AKG C-1000.

Dipilih Lagu Juwita Malam  pada bagian depan karena dianggap mewakili musik angklung secara umum. Rekaman kemudian dipotong selama 6 detik berdasarkan frase dan diberikan variasi waktu dengung antara 0-2000 milidetik dengan step 500 milidetik dengan perangkat lunak Adobe Audition 1.5 pada menu full reverb. Pada setiap rekaman diberi fade-in dan fade-out agar tidak mengagetkan.Total terdapat 6 jenis rekaman seperti terlihat pada tabel 1.

Tabel 1 Waktu Dengung pada Setiap Rekaman

Kode Rekaman

Waktu Dengung (milidetik)

A

0

B

500

C

1000

D

1500

E

2000

Perhitungan Nilai RT 60 Preferensi

Perhitungan nilai waktu dengung preferensi dilakukan setelah dihitung nilai τe dari lagu. τe didapatkan dengan menggunakan program Yoshimasa dengan waktu integrasi 0.2 detik dan pembobotan A. Nilai te yang didapatkan adalah 35 milidetik.

Setelah itu dihitunglah nilai waktu dengung preferensi dengan persamaan 1 dan didapatlah waktu dengung preferensi sebesar 840 mili detik.

Pengambilan dan Pengolahan Data

Rekaman diperdengarkan pada pendengar dengan menggunakan earphone dan pendengar diharuskan membuat rangking dari 1-5. 1 paling disukai dan 5 paling tidak disukai. Saat pendengar memilih waktu tidak dibatasi.Alasan digunakan nilai 1 sebagai rangking paling tinggi karena pendengar lebih mengenal rangking tersebut. Data tambahan adalah jenis kelamin dan musik yang disukai.

Data disesuaikan untuk diolah. Untuk rangking tertinggi diberi nilai 5 dan terendah diberi nilai 1. Analsis dilakukan dengan ANOVA dan dengan melihat nilai rata-rata dari setiap jenis rekaman. Total pendengar adalah 15 orang. Hasil dari ANOVA ditunjukkan oleh tabel 2

Tabel 2 Hasil ANOVA

ANOVA

Source of Variation

SS

df

MS

F

P-value

F crit

Between Groups

59.33333

4

14.83333

11.45221

3.3E-07

2.502656

Within Groups

90.66667

70

1.295238

Total

150

74

 

 

 

 

 

ANOVA adalah metode statistik untuk mengecek apakah perbedaan nilai waktu dengung memberikan perubahan yang signifikan terhap nilai urutan preferensi pendengar. Nilainya dianggap signifikan apabila nilai F>Fcrit dan nilai P-value < Alfa (tingkat signifikansi). Pada perhitungan ini digunakan tingkat signifikansi sebesar 0.05. dari hasil perhitungan ANOVA terlihat bahwa perubahan waktu dengung memberikan hasil yang signifikan pada preferensi pendengar.

Diketahui bahwa rekaman yang secara umum paling disukai adalah rekaman C dengan waktu dengung 1000 milidetik. Hasil ini berbeda dengan perhitungan nilai RT 60 preferensi yaitu sebesar 840 milidetik, akan tetapi ini tidak menjadi masalah karena data hasil perhitungan hanyalah dijadikan data pembanding.  

Bentuk grafik yang didapatkan dari eksperimen mirip dengan grafik preferensi Tsub yang ditunjukkan pada gambar 2. Hal ini membuktikan bahwa preferensi tertinggi dihasilkan pada nilai waktu dengung yang cocok.

Kesimpulan

Dari hasil ekperiman didapatkan bahwa nilai waktu dengung yang secara umum paling disukai untuk musik angklung adalah 1000 milidetik.

Referensi

Ando, Yoichi, Concert Hall Acoustis: Blending Sound Source, Sound Field, and Listenners, Springer-Verlag, New York, 1985

Ruseffendi, H. E. T.,”Statistika Dasar Untuk Penelitian Pendidikan”, IKIP Bandung Press,  Bandung, 1998

Sudarsono, Anugrah Sabdono, ANALISIS FISIO-AKUSTIK UNTUK PENENTUAN WAKTU TUNDA PANTULAN DINI OPTIMUM DARI MEDAN SUARA PADA GEDUNG KONSER MUSIK ANGKLUNG, Tugas Akhir ITB, Bandung, 2009


Published in : KPA3, Articles
Favoured Print Send to friend Related articles

Users' Comments (1) RSS feed comment
Posted by juicy couture, on 22-11-2010 12:46, IP 75.119.223.154, Guest
1. w^~)€
Excellent reading. Thanks so much, great share.Starting only selling juicy handbags and other miscellaneous items in your sports section but today is a huge player in the fashion market that sell items such as the dreamer juicy that there is a massive demand for women among the fashionistas. juicy couture has become one of the major labels that are in fashion today. I like [url=http://www.coach- pursesoutl
 
» Report this comment to administrator
» Reply to this comment...

Add your comment



mXcomment 1.0.2 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

Gallery Thumbnail Scroller


Find us on:
Become our fan on Facebook Follow us on Twitter